Menabung adalah gerakan yang sudah diserukan sejak dahulu. Lama banget, mungkin seusia lagu yang berjudul “Menabung”. Lagu Titik Puspa ini pernah booming pada masanya, terutama setelah dinyanyikan ulang oleh Geofany dan Saskia. Selain lirik dan iramanya yang bernada ceria, lagu ini juga memiliki pesan mengajak anak-anak untuk belajar menabung. Apakah anak sekarang masih melakukannya?

Mungkin sebaiknya pertanyaan seperti ini tidak diajukan kepada anak-anak, melainkan kepada orang tuanya. Karena bagaimana pun kebiasaan anak dibentuk oleh orang tuanya. Kalau anak sudah dibiasakan menabung sejak kecil, maka sampai dewasa pun mereka akan cenderung melakukannya. Nah, sudahkah menjelaskan anak tentang tabungan terbaik anak SD?

tabungan untuk anak sekolah

Manfaat Mengajarkan Anak Menabung

Memberikan hadiah berupa celengan dengan bentuk binatang atau karakter kesayangan merupakan hal yang bijaksana. Orang tua bisa memberikannya saat ulang tahun anak yang ke tiga atau empat. Setelah masuk Sekolah Dasar, kegiatan menabung bisa dialihkan ke tabungan di sekolah. Atau memilih untuk menabung di bank juga tidak masalah, karena saat ini bank juga sudah menyediakan tabungan untuk anak sekolah dasar. Apapun pilihannya, menabung dapat memberikan banyak manfaat untuk anak, seperti

1. Menghargai Uang

Mengajarkan anak untuk menghargai uang, bisa dilakukan dengan cara mengajaknya berjualan. Tidak perlu ke pasar atau keliling kompleks, cukup berjualan kecil-kecilan saja di rumah, seperti membuat makanan kecil atau es lilin. Sisihkan sebagian dari uang hasil penjualan tersebut, dan minta anak untuk menabungnya. Fix, dua pelajaran sekaligus, yaitu berwirausaha dan menabung.

2. Hidup Hemat

Hemat adalah perilaku hidup sewajarnya, menggunakan uang dengan hati-hati, membeli sesuatu yang memang dibutuhkan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa hemat dan pelit itu jelas berbeda. Dengan berhemat, anak akan belajar untuk memilah kebutuhan dan tidak memaksakan keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Hal sederhana seperti ini akan membiasakan mereka hingga dewasa nanti.

3. Mengatur Keuangan

Buatlah kesepakatan dengan anak tentang besaran uang yang harus disisihkan dari uang jajan untuk menabung. Sebagai permulaan, orang tua bisa membantu dengan membagi uang saku tersebut ke dalam pos-posnya. Setelah anak terbiasa, berikan mereka kepercayaan untuk mengatur keuangan sendiri, termasuk uang tabungan. Orang tua tinggal mengawasi, agar anak tetap melaksanakan pembelajaran yang sudah diberikan.

4. Merencanakan Keuangan

Menabung juga bisa mulai diterapkan, saat anak memiliki keinginan, misalnya mau membeli mainan atau buku. Alih-alih menuruti, orang tua bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajari anak tentang perencanaan keuangan. Ajak anak untuk berhitung, menentukan waktu pembelian, serta besar uang yang harus mereka sisihkan. Jika tidak ada target yang ingin dituju, orang tua bisa mengarahkan anak untuk menentukannya terlebih dahulu.

Nah, demikian sedikit ulasan tentang manfaat membiasakan anak menabung. Mengenai tabungan terbaik anak SD, kembali lagi kepada keputusan orang tua. Namun, jika ingin menabung di tempat yang aman, bisa memilih tabungan di BRI Junio. Selain transaksi mudah dan real-time online, bank ini juga memberikan fasilitas asuransi personal accident secara gratis hingga 150 juta rupiah.

Anak-anak dijamin semakin semangat menyisihkan uang, karena kartu ATM dan buku tabungannya dicetak dengan gambar karakter khusus. Orang tua pun akan tertular semangatnya, karena suku bunga di sini sangat kompetitif. Bisa dijadikan alternatif juga nih untuk menitipkan selipan uang belanja. Mari bersama kita sukseskan gerakan gemar menabung sejak dini.