Apakah anda tahu mengenai sistem pengereman? Sistem rem sendiri adalah sebuah mekanisme dimana digunakan untuk memperlambat kecepatan yang dimiliki kendaraan. Hal ini di lakukan agar laju kendaraan dapat di kendalikan. Sistem rem ini menggunakan sebuah prinsip, untuk perubahan energi dari gerak ke energi panas. Hal ini juga yang membuat kendaraan yang di gerakan oleh roda, dapat berkurang.

Arti dan fungsi sistem rem sebenarnya

Sistem rem sendiri adalah mekanisme, yang mana merupakan perlamabatan kecepatan pada sebuah kendaraan. Sistem rem ini bahkan sudah menjadi salah satu komponen keselamatan yang aktif, yang mana dimiliki untuk mobil dan motor sendiri. Sistem pengereman ini memiliki fungsi, diantaranya yaitu:
1.Untuk mengurangi sebuah kecepatan pada kendaraan, baik secara berkala atau bahkan drastis
2.Untuk menahan sebuah kendaraan, agar kendaraan tidak bergerak maju ataupun mundur

Prinsip kerja sistem pengereman

Sistem pengereman sendiri, memiliki prinsip dimana mengubah energi gerak yang ada menjadi energi panas. Tentunya hal ini adalah kebalikan dari mesin kendaraan yang mana, menggunakan perubahan dari energi panas lalu diubah menjadi energi gerak. Namun di saat gerakan tersebut di salurkan, nantinya roda mekanisme lain akan memperlambat putaran yang ada hingga mengubahnya kembali ke dalam bentuk panas.

Hal ini juga dikarenakan, tidak ada yang dapat memusnahkan energi itu sendiri, sehingga jika ingin menghilangkan sebagian energi yang dimiliki oleh roda kendaraan tentunya harus terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk yang lainnya. Hal ini juga yang membuat sistem pengereman ada dan di lakukan untuk mekanisme gerak.

Dari semua bentuk energi yang ada, bentuk energi yang paling memungkinkan adalah untuk merubah energi yang ada menjadi energi panas atau sistem pengereman itu sendiri.

Cara perubahan yang di lakukan oleh sistem pengereman

Seperti yang kita tahu, bahwa sistem pengereman ini aalah perubahan yang terjadi dari energi gerak menjadi energi panas. Dalam hal ini, sistem rem sendiri juga terjadi akibat gesekan antara dua material. Semua gesekan yang terjadi, tentunya menimbulkan panas. Dalam hal inilah , panas yang timbul akibat perubahan energi.

Perubahan energi yang diubah menjadi energi gerak yang saling bergesekan, pada akhirnya menimbulkan panas. Hal ini membuat temperatur yang dimiliki oleh permukaan benda yang bergesekan, akan memiliki suhu yang lebih tinggi namun memiliki gerakan yang melemah.

Komponen sistem rem untuk benda gesekan

Dalam sistem rem sendiri, gesekan yang terjadi dikarenakan piringan yang menghubungkan antara roda yang berputar dengan kampas rem yang terhubung dengan chasis kendaraan yang diam. Namun dalam hal ini, gesekan ini nantinya akan menghasilkan sebuah panas yang dapat melelehkan sebuah logam yang ada.

Dengan adanya hal ini, harus adanya penyesuaian material pada piringan sendiri dan juga kampas rem. Jika dua benda yang terbuat dari logam ini terus mengalami pergesekan, maka akan terjadi panas yang cukup besar dan suara yang kasar. Namun jika dua benda ini tentunya terbuat dari bahan yang organic, maka akan memiliki ketahanan yang lemah sehingga akan cepat tergerus.

Hal ini juga yang membuat piringan rem terbuat dari bahan besi yang solid. Permukaan yang dimiliki juga sangat halus, sehingga saat gesekan terjadi tidak akan menimbulkan suara yang berisik. Namun kedua benda ini, tetap akan memiliki gaya gesek yang besar terutama untuk sistem rem mobil.

Jenis-jenis dari sistem rem

1.sistem rem tromol

rem tromol sendiri adalah sebuah sistem pengereman yang tertutup. Dalam hal ini, komponen yang digunakan memiliki bentuk seperti mangkuk dan di letakan di bagian luar kampas rem yang ada. Komponen yang memiliki bentuk mangkuk ini, memiliki nama tromol dan terhubung pada roda kendaraan terutama untuk sistem rem pada mobil.

Sementara untuk bagian dalam rem tromol sendiri, terdapat dua buah kampas rem yang mana memiliki luas penampang yang cukup lebar. Nantinya saat rem diaktifkan, contohnya pada sistem rem mobil maka komponen yang terhubung akan di namakan dengan tromol dan terhubung dengan kendaraan yang ada.

2.Sistem rem cakram

rem cakram sendiri adalah sistem rem yang terbuka, dimana menggunakan metode penjepitan piringan yang digunakan untuk menghentikan putaran piringan rem yang ada. Komponen yang dimiliki sistem rem cakram sendiri adlaah, piringan yang berbentuk lingkaran dan terhubung dengan roda.

Dalam hal ini, saat rem akan diaktifkan maka penjepit bagian piringan akan berputar. Nantinya putaran rem akan berhenti.

Komponen sistem rem ABS

1.Komponen input

Komponen ini adalah salah stau bagian sistem rem yang mana memiliki fungsi untuk tempat aktifasi dalam sistem rem. Dari komponen inilah, dimana nantinay pengemudi akan mengatifkan sistem pengereman yang ada. Biasanya dalam komponen input terdiri dari pedal rem pada mobil dan juga tuas pada motor.

2.Komponen input

Komponen input sendiri, adalah salah satu bagian pengereman yang mana memiliki fungsi sebagai tempat untuk aktifasi dari sistem pengereman sendiri. Dari komponen input yang ada, maka pengemudi akan mengaktifkan sistem rem yang ada.

3.Komponen penghubung

Komponen dari sistem pengereman lainnya adalah komponen penghubung. Dalam hal ini bagian sistem pengereman yang ada akan menghubungkan gerakan input menuju actuator rem sendiri. Bagian ini hanya memiliki gungsi untuk menghubungkan, namun kontruksinya harus dalam perhitungan tepat.

4.Actuator rem

Actuator rem sendiri adalah komponen dari sistem rem yang mana memiliki tindakan langsung, untuk menghentikan geraknya roda. Di bagian inilah akan terjadi perubahan energi gerak menjadi panas.