Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan yang sering dikonsumi orang Indonesia, dagingnya yang lembut dan nggak terlalu amis membuat ikan ini sangat digemari, tahukah kalian guys, gimana cara budidaya ikan patin agar menghasilkan ikan yang berkualitas? Yuk, cek bahasan mimin di bawah ini.

Pembudidayaan ikan patin, panduan secara lengkap per tahapannya

1.Syarat kolam budidaya ikan

•Kolam bisa dari tanah atau beton, sebaiknya tanah agar ikan bisa mendapatkan makanan alami seperti plankton. Kolam dari tanah bisa dibuat dari tanah lempung, dan lebih baik jika terkena pancaran sinar matahari.
•Air untuk isian kolam harus bebas dari pencemaran limbah, sebaiknya air mengalir dan mempunyai sirkulasi yang baik, dengan suhu sekitar 26 sampai 28 derajat selsius.
•Mempunyai pH sekitar 6,5 sampai 7, pH standar lah.

2.Pemilihan bibit ikan

Bibit yang dipilih harus mempunyai syarat :
•Bentuk fisiknya sempurna, bentuk proposional, panjang pas, kulit sehat dan mengkilap, ikan bibit lincah, tidak terdapat luka, ikan sehat.
•Cari bibit yang ukurannya sama, pemilihan bibit yang mempunyai ukuran berbeda bisa menyebabkan adanya persaingan dalam mencari makanan, dan membuat ikan yang lebih kecil kalah.
•Induk harus berkualitas, bukan dari inbreeding atau pemijahan dari kerabat yang dekat.
•Untuk menghindari bibit terserang penyakit, pilih yang dirawat tanpa penggunaan antibiotik, agar ketika terserang penyakit lagi nggak perlu memberikan dosis antibiotik yang lebih tinggi.

3.Pemeliharaan ikan patin hingga dewasa

Dalam hal memelihara ikan patin hingga dewasa, waktunya nggak terlalu lama, biasanya pada umur 4 sampai 6 bulan ikan udah bisa dipanen, bisa juga dipanen menurut permintaan pasar. Nah, dalam pemeliharaannya ada 3 hal yang harus diperhatikan,
•Kualitas air kolam. Pada masa pemeliharaan, kualitas air kolam harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai air mengandung senyawa berbahaya yang mengakibatkan bibit ikan mati. Pilihlah sumber air mengalir yang bersih, tetap jaga kestabilan pH, kalau terlalu asam bisa ditambahkan kapur sirih.
•Kolam yang dipersiapkan untuk pemeliharaan bibit sebaiknya dipupuk dulu. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan pakan alami seperti plankton dan sejenisnya, sehingga ikan patin mampu mendapatkan nutrisi lebih sekaligus mampu mengurangi biaya pakan dan produksi. Cara pemupukan bisa dengan kotoran unggas sekitar 1 sampai 2 karung, dan ditambahkan EM cair yang dikhususkan untuk beternak ikan, untuk merubah pupuk menjadi plankton atau zooplankton.

Setelah diberi pupuk pun, pemberian air ke dalam kolam juga bertahap, awalnya hanya setinggi 10 cm aja dan biarkan untuk 1 minggu, baru ditambahkan lagi hingga setinggi 30 sampai 50 cm dan diberi probiotik, bisa dibeli di kios khusus ternak. Baru setelah 1 minggu bisa dimasukkan benih ikannya.
•Yang ketiga adalah pemberian pakan. Untuk bibit yang baru masuk jangan diberi makan dulu, biar makan zooplankton yang tersedia. Barulah bertahap diberi pakan ikan. Pemberian pakan akan semakin bertambah dengan naiknya berat ikan, sebanyak 3 sampai 5% dari beratnya, sehari dua kali, pagi dan sore. Pakannya bisa ditambah dengan variasi dari sampah dapur, bekicot, kerang dan lainnya.

4.Pemamenan ikan patin

Tahap terakhir dari budidaya ikan patin adalah pemanenannya. Pada tahap ini, banyak yang menganggap enteng, padahal kalau salah perlakuan, ikan bisa mengalami luka dan bisa menurunkan harga jualnya. Tips untuk memanen ikan patin bisa dilihat berikut ini,
•Pemanenan bisa dilakukan dengan menggiring ikan dari hilir ke daerah hulu, sehingga ikan bisa berkumpul dan baru dipanen dalam keadaan hidup.
•Pemanenan dengan jala apung bisa melukai fisik ikan.
•Lebih baik dijual dalam keadaan hidup dan segar, demi meyakinkan konsumen juga.

Yak itulah tentang budidaya ikan patin, semoga bermanfaat.