Pajak adalah kewajiban bagi setiap masyarakat di Indonesia yang harus dibayarkan kepada negara, oleh karena itu, pajak pajak menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang penting dan besar dalam menopang biaya pembangunan. Tidak hanya masyarakat saja yang dikenai pajak, namun suatu badan usaha atau UMKM juga bisa terkena pajak jika sudah termasuk dalam kriteria wajib membayar pajak. Ada syarat-syarat tertentu untuk pajak UMKM, pajak penghasilan, pajak bangunan, dan lainnya yang diatur secara hukum dalam undang-undang. Jadi, sudah kah anda membayar kewajiban pajak?

Secara umum pajak dibagi menjadi dua, yaitu pajak langsung dan tidak langsung. Pajak langsung diantaranya pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, dan pajak yang dilimpahkan kepada pihak lain. Pajak tidak langsung diantaranya pajak penjualan atas barang mewah, pajak pertambahan nilai, bea materai, cukai, bea import, dan bea ekspor. Sebenarnya jenis-jenis pajak itu banyak, pengelompokkan nya juga kadang tidak resmi, misalnya pengelompokan pajak menurut asalnya, menurut tarif, dan lain-lain.

Pemahaman perpajakan tentu saja harus dibarengi dengan pemahaman seseorang mengenai akuntansi, misalnya akuntansi UKM jika pajaknya untuk UKM. Akuntansi dan perpajakan merupakan bagian yang penting dan tentunya saling berhubungan. Pemahaman mengenai cara pencatatan seperti pembukuan yang benar tentu dapat menunjang keuangan perusahaan tersebut, perusahaan yang sudah wajib membayar pajak pun akan terkontrol oleh neraca keuangan yang dikelola oleh seorang akuntan.

Hubungan Perpajakan dengan Akuntansi

Seorang akuntan perpajakan sudah pasti memahami perhitungan yang mendasar dan detail mengenai pajak misalnya di perusahaan, terkadang mereka juga dibantu oleh aplikasi akuntansi atau aplikasi keuangan agar memudahkan pengolahan data untuk mengatur aliran uang atau cashflow dalam suatu perusahaan. Selain pencatatan, transparansi pajak juga merupakan suatu hal yang penting.

Semua usaha yang berbentuk UKM diwajibkan membuat pencatatan yang memberi informasi mengenai pelaporan akuntansi pajak. Untuk membantu pekerjaan seorang akuntan dalam melakukan pelaporan pajak, bisa menggunakan software pembukuan dan aplikasi pajak lainnya. Sayangnya, tidak semua akuntan dapat menggunakan software dengan mahir, kebanyakan justru masih menggunakan cara pembukuan manual, palingan jika menggunakan software pun masih menggunakan software pengolah angka biasa. Padahal, software-software tersebut sudah terbukti sangat membantu.

Sebenarnya, tidak semua UKM akan dikenakan pajak, misalnya usaha waralaba dan bisnis online hanya dikenakan pajak normal saja. Seorang akuntan perpajakan tentunya harus sudah paham mengenai hal ini sehingga nantinya dalam menemukan suatu kasus, tanpa harus berpikir Panjang lagi, ia sudah bisa menyelesaikan kasus tersebut tanpa adanya keraguan. Seorang akuntan perpajakan juga harus memiliki pengetahuan yang luas, mempunyai informasi up to date, dan melek dengan teknologi. Terkadang suatu akuntan perpajakan juga akan diberikan training terlebih dahulu ketika bekerja dalam suatu perusahaan.