Tidak bisa dipungkiri, jika kaum muda menjadi begitu dominan akhir-akhir ini. Hal tersebut karena perkembangan kecanggihan teknologi, yang mana sangat berpengaruh besar terhadap peran anak muda di masyarakat. Tidak heran jika target di berbagai bisnis pun mulai berubah, bergeser menyasar anak-anak muda ini. Namun, dari berbagai bisnis yang dijalankan, ada beberapa jenis bisnis yang sebagian konsumennya adalah anak muda. Anda bisa mencoba bergerak di bidang-bidang ini jika memang target konsumen Anda adalah para milenial maupun generasi Z.

Tipe Bisnis yang Menyasar Anak Muda sebagai Konsumen

1. Bisnis di bidang industri kreatif

Salah satu yang ikut berubah di masa sekarang adalah perkembangan bisnis industri kreatif. Bisa dibilang, anak muda masa kini lebih mudah mengakses hal-hal berbau digital, yang mana industri kreatif pun lebih banyak berkembang melalui media ini. Video, musik, gambar, dan lain sebagainya dapat ditemui dengan mudah. Selain itu, anak muda juga mulai banyak yang mengembangkan bisnis kreatif ini secara mandiri meskipun dilakukan dengan skala kecil. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka, karena naik-turun perkembangan di industri ini bisa sangat cepat asal pandai melakukan promosi.

2. Bisnis ramah lingkungan

Bisa dibilang, anak muda sekarang pun banyak sekali yang sudah membuka mata mengenai lingkungan di sekitar mereka. Oleh sebab itu, bisnis-bisnis yang ramah lingkungan biasanya populer di kalangan kaum muda ini. Contoh mudahnya, bisnis tote bag kian berkembang berkat banyak anak muda yang berusaha mengurangi penggunaan plastik. Misalnya juga bisnis sayuran organik, tanaman indoor, hingga produk kecantikan ramah lingkungan yang akhir-akhir ini semakin diincar konsumen muda.

3. Bisnis dengan mengangkat tema sosial

Anak muda masa kini juga punya tingkat kepedulian yang tinggi, mereka sering berkambanye tentang hal-hal berbau kemanusiaan. Oleh sebab itu, ketika ada orang yang ingin menjual produknya, kemudian diiringi cerita kemanusiaan di belakangnya, biasanya akan ramai diburu anak muda, karena mereka juga berniat ingin membantu. Misalnya, Anda memiliki bisnis clothing di mana para penjahitnya adalah orang-orang difabel. Dengan mengangkat isu seperti itu, kemungkinan pembeli produk Anda adalah anak-anak muda. Meskipun begitu, jangan memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingan Anda semata.